![]() |
| Rusia mengklaim menggagalkan serangan besar Ukraina pada 19-20 September dengan menembak jatuh 1.951 drone dan delapan rudal Flamingo. |
JAKARTA - Rusia mengklaim berhasil menggagalkan serangan besar Ukraina ke wilayahnya pada 19-20 September 2026, yang disebut bertujuan mengganggu pelaksanaan pemilihan anggota State Duma. Klaim tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia dalam laporan mengenai operasi pertahanan udara negaranya.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan dilakukan menggunakan drone atau pesawat tanpa awak serta rudal jelajah Flamingo. Dalam periode tersebut, pasukan Rusia mengklaim menembak jatuh 1.951 drone dan delapan rudal jelajah jarak jauh.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menyebut seluruh rudal Flamingo yang diluncurkan Ukraina berhasil dihancurkan saat mendekati sasaran sipil di wilayah Moskow. Satu rudal lainnya dilaporkan menyimpang dari jalurnya dan jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan upaya serangan besar terhadap Moskow tidak mencapai tujuan yang disebutkan. Pernyataan tersebut sekaligus menuding serangan itu berkaitan dengan upaya mengganggu pemilihan anggota State Duma yang berlangsung pada 18-20 September.
Rusia selanjutnya menyatakan akan melanjutkan dan meningkatkan serangan menggunakan senjata berpresisi tinggi terhadap sasaran militer di Kyiv sebagai respons atas serangan yang disebut menyasar wilayah sipil Rusia. Klaim mengenai tujuan serangan dan hasil pencegatan tersebut berasal dari Kementerian Pertahanan Rusia.
- Memuat artikel...
