LINTAS BORNEO NEWS

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

ARTIKEL 9-14 (6 artikel)

ARTIKEL

ARTIKEL SLIDE

23/09/2026

Pria di Atas 50 Tahun Diminta Waspadai Risiko Kanker Prostat

Kanker prostat lebih berisiko pada pria usia 50 tahun ke atas. Dokter menjelaskan faktor risiko, gejala pembesaran prostat dan pentingnya deteksi dini. (Foto ilustrasi)
Kanker prostat lebih berisiko pada pria usia 50 tahun ke atas. Dokter menjelaskan faktor risiko, gejala pembesaran prostat dan pentingnya deteksi dini. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS menjelaskan kanker prostat lebih mudah ditemukan pada pria berusia 50 tahun ke atas. Risiko tersebut meningkat seiring bertambahnya usia.

“Jadi memang semakin tua, kita laki-laki sudah dikasih Tuhan akan ada kecenderungan untuk membesar prostatnya dan risiko menjadi kankernya memang makin besar, semakin tua,” kata Andar dalam sesi temu media di Jakarta, Kamis.

Menurut Andar, selain usia, riwayat keluarga juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Pria yang memiliki ayah atau anggota keluarga dengan riwayat kanker prostat disarankan menjalani skrining lebih awal.

Faktor genetik, termasuk mutasi gen BRCA, juga dapat meningkatkan angka kejadian sekaligus tingkat keparahan kanker prostat. “Mungkin kalau ada yang ayahnya sudah kena kanker prostat, itu sudah mulai harus hati-hati, harus segera skrining lebih awal,” ujarnya.

Risiko juga dapat dipengaruhi gaya hidup pasif, obesitas, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi. Andar turut menyebut kebiasaan merokok, konsumsi makanan tidak sehat seperti seblak, serta minum alkohol sebagai perilaku yang perlu diperhatikan.

Pada pria lanjut usia, kondisi yang lebih umum terjadi adalah benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Andar menegaskan BPH bukan kanker, tetapi dapat mengganggu aliran urine.

Data yang dipaparkannya menunjukkan BPH memengaruhi sekitar 50 persen pria berusia 50 tahunan. Angka tersebut meningkat hingga 90 persen pada pria berusia di atas 80 tahun.

Gejala BPH dapat berupa gangguan iritasi maupun obstruksi. Gejala iritasi antara lain lebih sering buang air kecil, terus-menerus ingin buang air kecil sepanjang hari, terbangun beberapa kali pada malam hari untuk berkemih, serta sulit menahan urine.

Sementara itu, gejala obstruktif ditandai dengan aliran urine yang melambat atau tersendat, harus mengejan menggunakan otot perut saat buang air kecil, hingga merasa kandung kemih masih penuh meski sudah berkemih.

“Padahal si otot kandung kemih itu dia punya otot, jadi enggak perlu otot perut buat kencing. Buat perempuan juga sebenarnya, jadi kita enggak perlu mengejan buat kencing. Kalau teman-teman mengejan itu sudah tanda peringatan sebenarnya,” kata Andar.

Karena itu, Andar menyarankan pria berusia di atas 50 tahun di Indonesia melakukan deteksi dini kanker prostat melalui pemeriksaan Prostate-Specific Antigen (PSA), terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

Jika hasil PSA menunjukkan nilai lebih dari 4,0 ng/mL, dokter dapat mencurigai adanya risiko kanker prostat dan melakukan pemeriksaan lanjutan, salah satunya MRI. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi pertimbangan sebelum menentukan apakah pasien membutuhkan operasi atau penanganan lainnya.

Andar, yang kini praktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap penanganan kanker prostat. Teknologi medis untuk penyakit tersebut terus berkembang.

Sejumlah metode yang tersedia antara lain operasi dengan bantuan robot, radioterapi, serta focal therapy seperti HIFU dan cryoablasi. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kualitas hidup pasien, termasuk fungsi seksual dan kemampuan menahan urine.

Menurut Andar, dokter akan menentukan rekomendasi penanganan berdasarkan tingkat keparahan kanker serta mempertimbangkan keinginan pasien.

Tomat dan Likopen, Pilihan Makanan yang Disebut Baik untuk Prostat

Tomat rebus mengandung likopen yang disebut bermanfaat menjaga kesehatan prostat dan membantu menurunkan PSA, salah satu indikator yang diperiksa terkait prostat. (Foto ilustrasi)
Tomat rebus mengandung likopen yang disebut bermanfaat menjaga kesehatan prostat dan membantu menurunkan PSA, salah satu indikator yang diperiksa terkait prostat. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS menyebut konsumsi tomat yang sudah direbus dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan untuk membantu mencegah kanker prostat. Kandungan likopen dalam tomat dinilai bermanfaat bagi kesehatan prostat.

“Yang bisa dilakukan sebagai salah satu bentuk pencegahan kanker prostat melalui dietary (diet) ya, seperti memakan tomat yang sudah direbus karena mengandung banyak likopen dan ini sudah terbukti secara ilmiah,” kata Andar dalam sesi temu media di Jakarta, Kamis.

Lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, tomat termasuk bahan makanan yang memiliki kadar likopen tinggi setelah melalui proses perebusan. Meski tidak menyebutkan jumlah pastinya, ia mengatakan kandungan likopen pada tomat yang sudah dimasak lebih tinggi dibandingkan tomat yang belum dimasak.

Menurut Andar, likopen dapat membantu menurunkan kadar Prostate-Specific Antigen (PSA), yakni protein dalam darah yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Pemeriksaan PSA menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan dalam melihat kondisi kesehatan prostat.

Ia mengatakan hasil PSA di atas 4,0 ng/mL dapat menjadi tanda yang membuat seseorang dicurigai berisiko terkena kanker prostat. Karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan prostat.

Andar juga menyinggung penelitian mengenai rendahnya angka kasus kanker prostat di salah satu wilayah di Italia. Menurut dia, pola konsumsi makanan yang menggunakan tomat yang telah diproses, seperti dalam spageti dan pizza, menjadi salah satu hal yang dinilai berkaitan dengan asupan likopen.

“Dulu publikasinya ada di Italia, di satu kampung, kok rendah banget (angka kasus) kanker prostatnya, ternyata makanan mereka makan tomat yang diproses, direbus dulu, makan spageti, pizza, ternyata karena di Italia, likopen itu dinilai baik untuk menurunkan PSA,” ujarnya.

Selain likopen, Andar menyebut tomat merupakan sumber antioksidan yang baik bagi prostat. Ia juga mengatakan likopen tidak membuat darah menjadi lebih kental.

Untuk menjaga kesehatan prostat, konsumsi tomat juga dapat dilengkapi dengan sayuran kaya serat dan kacang kedelai. Sementara itu, daging merah tetap boleh dikonsumsi, tetapi dalam jumlah yang tidak berlebihan.

“Makan daging merah itu juga boleh, tapi secukupnya saja, tidak boleh berlebihan,” kata dokter yang kini praktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah tersebut.

Mengutip siaran Health pada Rabu (9/9), konsumsi tomat juga disebut dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat. Beta-karoten dan likopen dalam tomat merupakan antioksidan yang dapat membantu melawan kanker dengan melindungi sel dari kerusakan yang dapat memicu kanker.

Antioksidan juga disebut dapat membantu membunuh sel kanker. Karena itu, tomat menjadi salah satu bahan makanan yang dapat diperhatikan dalam pola makan untuk mendukung kesehatan prostat.

Pemkab Sekadau Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM dan LPG 3 Kg

Pemkab Sekadau memperkuat pengawasan penyaluran BBM dan LPG 3 Kg melalui koordinasi bersama Pertamina, agen LPG, SPBU, dan perangkat daerah.
Pemkab Sekadau memperkuat pengawasan penyaluran BBM dan LPG 3 Kg melalui koordinasi bersama Pertamina, agen LPG, SPBU, dan perangkat daerah.

SEKADAU – Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Ir. Mohammad Isa, M.Si., menghadiri rapat koordinasi pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram di Ruang Rapat Wakil Bupati Sekadau, Jumat (18/9/2026).

Rapat tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama pihak terkait untuk memperkuat koordinasi dan pengawasan distribusi BBM serta LPG 3 Kg. Langkah ini dilakukan agar penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Dalam pembahasan, pengawasan lintas sektor dinilai penting untuk menjaga distribusi tetap tertib dan tepat sasaran. Koordinasi juga diarahkan untuk meminimalkan potensi kendala dalam penyaluran BBM dan LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Sekadau.

Mohammad Isa bersama jajaran terkait membahas kondisi distribusi BBM dan LPG 3 Kg di sejumlah wilayah. Pertemuan tersebut turut melibatkan pihak Pertamina, agen LPG, serta pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pemkab Sekadau mendorong sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, perangkat daerah, Pertamina, agen LPG, dan pengelola SPBU. Sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat pemantauan sekaligus pengawasan terhadap proses distribusi.

Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mendukung kelancaran penyaluran serta memastikan kebutuhan masyarakat terhadap BBM dan LPG 3 Kg dapat terpenuhi dengan baik.

Hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas P2TK, para camat atau yang mewakili, para sekretaris OPD, Inspektur Pembantu II, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, serta perwakilan OPD terkait.

Selain itu, turut hadir perwakilan PT Pertamina, para agen LPG, dan pemilik SPBU di Kabupaten Sekadau. Rapat diharapkan menghasilkan langkah bersama untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan efektivitas penyaluran BBM serta LPG 3 Kg di seluruh wilayah Kabupaten Sekadau.

Cegah Dampak Karhutla, Polres Sekadau Gelar Bakti Kesehatan Gratis Di Terminal Lawang Kuari

Foto: Bakti Kesehatan Gratis Polres Sekadau Di Terminal Lawang Kuari Sekadau 

SEKADAU - Polres Sekadau bersama Bhayangkari Cabang Sekadau dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau menggelar bakti kesehatan bagi masyarakat di Terminal Lawang Kuari, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Sabtu (19/9/2026).

Sebanyak 100 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dimulai pukul 08.00 WIB. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi dengan tenaga medis hingga pemberian obat gratis sesuai hasil pemeriksaan.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama mengatakan bakti kesehatan tersebut digelar untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Polres Sekadau bersama Bhayangkari Cabang Sekadau dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau melaksanakan bakti kesehatan kepada masyarakat, khususnya yang terdampak Karhutla, utamanya berkaitan dengan penurunan kualitas udara,” kata AKBP Andhika.

Selain mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis, masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan tetap menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

“Pelayanan yang kami berikan di antaranya pemeriksaan kesehatan, kemudian konsultasi dengan tenaga medis dan juga pengobatan gratis. Dalam situasi seperti ini, sebisa mungkin kita mengurangi kegiatan di luar rumah ataupun menggunakan masker,” ujarnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Yang paling utama lagi, kami pesankan kepada masyarakat, mari sama-sama kita mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar,” kata AKBP Andhika.

Senada dengan Kapolres, Dokter UPTD Puskesmas Sekadau dr. Imanuel Eko Kristian mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.

“Dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, kami mengimbau setiap warga untuk tetap menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar dan menggunakan masker jika diperlukan untuk bepergian atau melakukan aktivitas di luar,” kata Imanuel.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ringin, Sulisnan menyampaikan terima kasih atas pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Sungai Ringin mengucapkan terima kasih kepada Polres Sekadau yang telah melaksanakan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat Desa Sungai Ringin selalu diberikan kesehatan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Sekadau Kompol Samsul Bakri, pejabat utama Polres Sekadau, tenaga kesehatan Polres Sekadau dan Puskesmas Sekadau, Bhayangkari Cabang Sekadau serta personel Polres Sekadau.

Penulis: Aji R Editor: R. Hermanto 


DVI Polda Kalsel Terima Lebih dari 100 Data Antemortem Korban KM Virgo

DVI Polda Kalsel meminta keluarga korban KM Virgo Transport 8 segera menyerahkan data untuk membantu identifikasi 126 orang yang masih belum ditemukan.
DVI Polda Kalsel meminta keluarga korban KM Virgo Transport 8 segera menyerahkan data untuk membantu identifikasi 126 orang yang masih belum ditemukan.

BANJARMASIN - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan meminta keluarga korban KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum memberikan informasi segera menyerahkan data korban yang hilang. Data tersebut dibutuhkan untuk membantu proses identifikasi korban kecelakaan kapal yang memasuki hari ketujuh operasi SAR, Sabtu (19/9/2026).

Anggota Tim DVI Polda Kalsel, dokter Supriadi, mengatakan pihaknya telah menerima lebih dari 100 data antemortem dari keluarga korban. Data tersebut dikumpulkan melalui Posko Ante Mortem di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, maupun sejumlah rumah sakit.

“Keluarga korban yang belum memberikan informasi terkait keluarga atau korban yang hilang, termasuk jika ada korban temuan baru, bisa segera menyampaikan data-data di Posko Ante Mortem kami di Pelabuhan Trisakti dan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin,” kata Supriadi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Sabtu malam.

Pada Sabtu (19/9), Tim DVI Polda Kalsel kembali mengidentifikasi tiga korban meninggal dunia. Sebelumnya, enam korban lainnya telah berhasil diidentifikasi. Dengan demikian, seluruh sembilan korban meninggal yang ditemukan tim SAR gabungan telah teridentifikasi.

Hingga Sabtu pukul 21.00 Wita, Basarnas mencatat 117 orang telah ditemukan. Jumlah itu terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 126 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang. Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita.

Pada hari yang sama, kapal akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Operasi pencarian dan penanganan korban kemudian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga memasuki hari ketujuh.

Koramil Nanga Mahap dan Yonif TP 538 Padamkan Karhutla di Desa Tembaga Sekadau

Koramil Nanga Mahap bersama Yonif TP 538 dan warga berhasil memadamkan karhutla di Desa Tembaga, Sekadau, setelah terdeteksi satu titik panas.
Koramil Nanga Mahap bersama Yonif TP 538 dan warga berhasil memadamkan karhutla di Desa Tembaga, Sekadau, setelah terdeteksi satu titik panas.

SEKADAU - Personel Koramil 1204-18/Nanga Mahap bersama BKO Yonif TP 538/Arya Tada dan masyarakat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Sabtu (19/9/2026). Penanganan dilakukan setelah terdeteksi satu titik panas di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan Koramil 1204-18/Nanga Mahap, luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 0,5 hektare. Saat dilakukan pengecekan di lapangan, tidak ditemukan titik api aktif atau firespot. Namun, personel tetap melaksanakan pemadaman pada satu lokasi dan api berhasil dipadamkan.

Sebanyak sembilan personel terlibat dalam penanganan tersebut, terdiri dari dua anggota Koramil 1204-18/Nanga Mahap, lima personel BKO Yonif TP 538/Arya Tada, serta dua warga setempat. Mereka bergerak cepat setelah menerima informasi adanya titik panas guna mencegah kebakaran meluas.

Plh Danramil 1204-18/Nanga Mahap, Serma Ardi, mengatakan personel gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Menurut dia, api telah berhasil dipadamkan dan pemantauan terus dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Kami bersama personel BKO Yonif TP 538/Arya Tada dan masyarakat segera melakukan pemadaman di lokasi. Api sudah berhasil dipadamkan dan selanjutnya kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” ujar Serma Ardi.

Ia menambahkan, patroli pencegahan akan terus dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya karhutla. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca dan lingkungan yang kering dapat menyebabkan api cepat menyebar.

Setelah proses pemadaman selesai, personel gabungan melanjutkan patroli dan pemantauan di sekitar Desa Tembaga untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah meluasnya karhutla dan menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran.

6.000 Liter Air Siap Minum Digelontorkan untuk Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan di Kubu Raya

6.000 Liter Air Siap Minum Digelontorkan untuk Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan di Kubu Raya
6.000 Liter Air Siap Minum Digelontorkan untuk Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan di Kubu Raya.
KUBU RAYA – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan terus ditunjukkan berbagai elemen masyarakat di Kalimantan Barat.

Kali ini, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat bersama FPK Kabupaten Kubu Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Polres Kubu Raya menggelar aksi sosial dengan membagikan 6.000 liter air siap minum dan ratusan masker secara gratis kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (17/9/2026) di Rumah Adat Bugis Baruga Ogi, Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya.

Masyarakat terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi pembagian untuk mendapatkan bantuan air siap minum dan masker yang disediakan secara gratis.

Ketua FPK Provinsi Kalimantan Barat, H. Burhanudin Ahad, didampingi Sekretaris FPK Kalbar Martin F. Paggabean, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian FPK kepada masyarakat yang terdampak Karhutla dan kekeringan.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak bencana Karhutla dan kekeringan. Kami ingin hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat," ujar H. Burhanudin Ahad.

Menurutnya, kondisi Karhutla dan kekeringan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan dampak terhadap kebutuhan masyarakat, salah satunya ketersediaan air yang layak untuk dikonsumsi.

H. Burhanudin mengatakan, kegiatan sosial tersebut juga sejalan dengan kepedulian Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE., M.Sos. terhadap kondisi masyarakat.

"Seiring dengan program Bupati Kubu Raya, Bapak H. Sujiwo, yang sangat peduli dengan masyarakat, kami kemudian berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Polres Kubu Raya untuk melaksanakan kegiatan ini," katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Polres Kubu Raya yang turut bersinergi dalam pelaksanaan aksi sosial tersebut.

Sebagai Ketua FPK Kalbar, H. Burhanudin Ahad menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

"Kami mengapresiasi kepedulian Bupati Kubu Raya dan mengucapkan terima kasih atas kerja samanya bersama FPK dalam melakukan aksi sosial ini," ungkapnya.

Warga Apresiasi Kepedulian Pemerintah dan FPK

Salah satu warga yang menerima bantuan air siap minum dan masker, Siti, warga Komplek Tanjungpura Permai, menyambut baik kegiatan sosial tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, FPK, Polres Kubu Raya serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat saat ini.

"Terima kasih kepada Bupati Sujiwo, FPK, Polres Kubu Raya dan semua pihak yang sangat peduli dengan kondisi masyarakat saat ini," ujar Siti.

Menurut Siti, bantuan air siap minum tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi kekeringan dan dampak Karhutla yang masih dirasakan warga.

Ia mengatakan, meskipun hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah, air hujan yang turun belum serta-merta dapat digunakan sebagai air konsumsi masyarakat.

"Walaupun sudah ada turun hujan, tetapi air tersebut belum bisa dikonsumsi masyarakat," katanya.

Siti berharap kepedulian dan bantuan seperti ini dapat terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi dampak Karhutla, kekeringan maupun kondisi udara yang kurang baik.

Aksi pembagian air siap minum dan masker tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara FPK, pemerintah daerah dan kepolisian dalam membantu masyarakat yang terdampak kondisi bencana, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kubu Raya. (tim liputan).
Banner Promosi
Banner Promosi