Pria di Atas 50 Tahun Diminta Waspadai Risiko Kanker Prostat

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

23/09/2026

Pria di Atas 50 Tahun Diminta Waspadai Risiko Kanker Prostat

Ikuti kami:
Kanker prostat lebih berisiko pada pria usia 50 tahun ke atas. Dokter menjelaskan faktor risiko, gejala pembesaran prostat dan pentingnya deteksi dini. (Foto ilustrasi)
Kanker prostat lebih berisiko pada pria usia 50 tahun ke atas. Dokter menjelaskan faktor risiko, gejala pembesaran prostat dan pentingnya deteksi dini. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS menjelaskan kanker prostat lebih mudah ditemukan pada pria berusia 50 tahun ke atas. Risiko tersebut meningkat seiring bertambahnya usia.

“Jadi memang semakin tua, kita laki-laki sudah dikasih Tuhan akan ada kecenderungan untuk membesar prostatnya dan risiko menjadi kankernya memang makin besar, semakin tua,” kata Andar dalam sesi temu media di Jakarta, Kamis.

Menurut Andar, selain usia, riwayat keluarga juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Pria yang memiliki ayah atau anggota keluarga dengan riwayat kanker prostat disarankan menjalani skrining lebih awal.

Faktor genetik, termasuk mutasi gen BRCA, juga dapat meningkatkan angka kejadian sekaligus tingkat keparahan kanker prostat. “Mungkin kalau ada yang ayahnya sudah kena kanker prostat, itu sudah mulai harus hati-hati, harus segera skrining lebih awal,” ujarnya.

Risiko juga dapat dipengaruhi gaya hidup pasif, obesitas, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi. Andar turut menyebut kebiasaan merokok, konsumsi makanan tidak sehat seperti seblak, serta minum alkohol sebagai perilaku yang perlu diperhatikan.

Pada pria lanjut usia, kondisi yang lebih umum terjadi adalah benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Andar menegaskan BPH bukan kanker, tetapi dapat mengganggu aliran urine.

Data yang dipaparkannya menunjukkan BPH memengaruhi sekitar 50 persen pria berusia 50 tahunan. Angka tersebut meningkat hingga 90 persen pada pria berusia di atas 80 tahun.

Gejala BPH dapat berupa gangguan iritasi maupun obstruksi. Gejala iritasi antara lain lebih sering buang air kecil, terus-menerus ingin buang air kecil sepanjang hari, terbangun beberapa kali pada malam hari untuk berkemih, serta sulit menahan urine.

Sementara itu, gejala obstruktif ditandai dengan aliran urine yang melambat atau tersendat, harus mengejan menggunakan otot perut saat buang air kecil, hingga merasa kandung kemih masih penuh meski sudah berkemih.

“Padahal si otot kandung kemih itu dia punya otot, jadi enggak perlu otot perut buat kencing. Buat perempuan juga sebenarnya, jadi kita enggak perlu mengejan buat kencing. Kalau teman-teman mengejan itu sudah tanda peringatan sebenarnya,” kata Andar.

Karena itu, Andar menyarankan pria berusia di atas 50 tahun di Indonesia melakukan deteksi dini kanker prostat melalui pemeriksaan Prostate-Specific Antigen (PSA), terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tersebut.

Jika hasil PSA menunjukkan nilai lebih dari 4,0 ng/mL, dokter dapat mencurigai adanya risiko kanker prostat dan melakukan pemeriksaan lanjutan, salah satunya MRI. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi pertimbangan sebelum menentukan apakah pasien membutuhkan operasi atau penanganan lainnya.

Andar, yang kini praktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap penanganan kanker prostat. Teknologi medis untuk penyakit tersebut terus berkembang.

Sejumlah metode yang tersedia antara lain operasi dengan bantuan robot, radioterapi, serta focal therapy seperti HIFU dan cryoablasi. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kualitas hidup pasien, termasuk fungsi seksual dan kemampuan menahan urine.

Menurut Andar, dokter akan menentukan rekomendasi penanganan berdasarkan tingkat keparahan kanker serta mempertimbangkan keinginan pasien.

Diterbitkan: Publisher
Google Logo Add on Google
  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar
Banner Promosi
Banner Promosi