![]() |
| Penyidik Rusia membuka kasus terorisme setelah serangan drone Ukraina menyasar fasilitas sipil di Moskow dan wilayah sekitarnya pada 20 September. |
Penyidik Rusia membuka kasus pidana terkait dugaan aksi terorisme setelah serangan drone Ukraina menyasar fasilitas sipil di Moskow dan wilayah sekitarnya pada malam 20 September. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban tewas dan luka-luka.
Juru bicara Komite Investigasi Rusia mengatakan kasus tersebut dibuka berdasarkan Pasal 205 Kitab Undang-Undang Pidana Rusia mengenai aksi terorisme. Penyelidikan dilakukan menyusul serangan menggunakan pesawat tanpa awak yang disebut dilakukan oleh kelompok bersenjata Ukraina.
Serangan drone dalam jumlah besar itu menyasar sejumlah fasilitas sipil di Moskow dan wilayah Moskow. Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, serangan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan tempat tinggal.
Infrastruktur industri dan logistik turut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Petugas penyidik dan ahli forensik telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti.
Komite Investigasi Rusia menyatakan akan menelusuri pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam serangan tersebut. Seluruh tindakan yang ditemukan dalam proses penyidikan akan diberikan penilaian hukum sesuai ketentuan yang berlaku di Rusia.
- Memuat artikel...
